Wakil Menteri Keuangan Thomas “Tommy” Djiwandono yang menjadi salah satu dari tiga calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) sudah mengundurkan diri dari keanggotaan Partai Gerindra. Menteri Sekretaris Negara sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Prasetyo Hadi menjelaskan, pengunduran diri Tommy untuk kepentingan pencalonan, mengingat salah satu persyaratan sebagai gubernur/deputi gubernur BI adalah tidak menjadi anggota partai politik. Terkait alasan Presiden Prabowo menyodorkan nama Thomas, Prasetyo menegaskan tidak ada pertimbangan khusus. Pendapat berbeda disampaikan oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Partai Gerindra. Ia mengatakan, 3 nama calon Deputi Gubernur BI merupakan usulan Gubernur BI Perry Warjiyo, bukan dari Presiden Prabowo. Selain Tommy, calon lain adalah Dicky Kartikoyono dan Solihin M Juhro. Ketiga orang itu diajukan Prabowo ke DPR untuk menjalani _fit and proper test_ guna dipilih salah satu untuk menggantikan posisi Juda Agung yang mengundurkan diri meski masa jabatannya baru berakhir pada 2027. Dikabarkan, Juda akan menggantikan posisi Tommy di Kemenkeu. Dasco membantah anggapan Prabowo berkepentingan agar keponakannya itu menjadi Deputi Gubernur BI. Tommy adalah anak dari kakak Prabowo, Biantiningsih Djojohadikusumo yang menikah dengan Soedradjad Djiwandono. Soedradjad adalah Gubernur BI periode 1993-1998.

