Sen. Mar 23rd, 2026

Sekda Banyumas Agus Tekankan Pentingnya Syukur dan Integritas bagi ASN PPPK Guru Paruh Waktu

Banyumas – Sekretaris Daerah Kabupaten Banyumas Agus Nur Hadie, menekankan pentingnya rasa syukur dan integritas bagi Aparatur Sipil Negara Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Guru Paruh Waktu di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas. Hal tersebut disampaikan Sekda Agus saat memberikan pengarahan dalam kegiatan Sosialisasi Pembinaan Pegawai PPPK Paruh Waktu dan Penguatan Literasi Keuangan bersama Bank Jateng, yang dilaksanakan pada Rabu (21/01/2026) di Gedung Gurinda Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas Wahyu Adi, perwakilan Bank Jateng Cabang Purwokerto Mitha, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Sekda Agus menyampaikan bahwa pengangkatan sebagai PPPK Paruh Waktu merupakan sebuah pencapaian yang patut disyukuri, mengingat proses seleksi yang ketat serta kebijakan pengangkatan yang dinamis.

“Atas nama Pemerintah Daerah dan Dinas Pendidikan, saya menegaskan bahwa rasa syukur ini harus diwujudkan dalam tindakan nyata,” ujar Agus.

Agus menekankan bahwa bentuk nyata dari rasa syukur tersebut adalah dengan menunjukkan kinerja yang optimal, menjunjung tinggi integritas serta menjaga loyalitas dalam menjalankan tugas.

“Tunjukkan dengan berkinerja baik, berintegritas dan loyal. Bekerjalah dengan baik di lini atau tugas masing-masing,” tegasnya.

Secara khusus kepada tenaga pendidik, Sekda Agus berpesan agar para guru terus meningkatkan kompetensi dan kapasitas diri setiap hari. Menurutnya, peningkatan kualitas guru akan berdampak langsung pada proses pembelajaran yang lebih menarik dan mampu mencetak generasi yang lebih cerdas.

Selain kompetensi, kedisiplinan juga menjadi perhatian termasuk kepatuhan dalam mengenakan pakaian dinas sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Di era digital saat ini, Sekda Agus juga mengingatkan para ASN agar bijak dalam memanfaatkan teknologi informasi, khususnya media sosial, serta menghindari penyebaran isu negatif dan fitnah yang dapat merugikan diri sendiri maupun institusi.

“Penggunaan ponsel sering kali justru mendekatkan yang jauh namun menjauhkan yang dekat. Jika tidak disikapi dengan bijak, hal tersebut dapat menjadi sumber masalah,” pesannya.

Sebagai penutup, Sekda Agus menegaskan bahwa integritas merupakan keselarasan antara pikiran, hati dan perbuatan. Nilai tersebut diharapkan menjadi fondasi utama bagi setiap PPPK dalam menjalankan amanah sebagai pelayan masyarakat dan pendidik generasi bangsa.

Pandu Yuristian

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *